Main Article Content

Sulastri Sardjo

Abstract

Peta Jalan yang dirumuskan oleh Kementrian BAPPENAS memberikan panduan tentang bagaimana ekonomi biru dapat meningkatkan produktivitas dan berkontribusi pada transformasi ekonomi menuju Visi Indonesia 2045. Rumput laut menjadi komoditas yang dipertimbangakan dalam peta jalan tersebut. Indonesia sudah mulai mengekspor jenis rumput laut, namun juga masih mengimpor nori yang bahan bakunya jiuga berasal dari rumput laut. Sementara itu Maluku memiliki Porphyra sp, jenis rumput laut endemik yang mengandung protein, vitamin B12, dan zat besi yang saat ini dipanen secara informal oleh perempuan dan laki-laki di wilayah setempat. Dengan menggunakan FPE, penelitian ini menemukan adanya pembagian kerja dalam pemanenan, pengolahan dan pemanfaatan Porphyra sp. Perempuan melakukan sebagian besar kegiatan memanen dan mengolah porphyra, pekerjaan yang sering tidak dibayar dan tidak dimasukkan dalam perhitungan rantai nilai. Sedangkan laki-laki juga memanen namun cenderung memiliki akses ke pasar lebih besar dari perempuan yang lebih banyak memanfaatkan porphyra untuk konsumsi rumah tangga. Tanpa intervensi, peningkatan skala komersial berisiko menyingkirkan perempuan dari pengambilan keputusan dan memusatkan kendali pada perantara laki-laki. Penelitian ini menggunakan penelitian aksi dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan partisipatoris dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, diskusi terfokus dan pemetaan partisipatoris.

Article Details

How to Cite
Sardjo, S. . (2026). Gender, Resiko, dan Nilai: Analisis Feminist Political Ecology Pengembangan Rumput Laut Porphyra sp. di Ambon. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS), 3(1), 494–500. Retrieved from https://www.pkns.portalapssi.id/index.php/pkns/article/view/228
References
Bappenas. 2024. Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia Edisi 2 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Republik Indonesia.
Loupatty, V. D. (2014). Nori Nutrient Analysis From Seawed Of Porphyra Marcossi In Maluku Ocean. Jurnal Eksakta, 14(2), 34–48. https://doi.org/10.20885/eksakta.vol14.iss2.art4
Rocheleau,D., Slayter, B., T. and Wangari. E. 1996. Feminist Political Ecology: Global Issues and Local Experiences. (eds) London and NewYork: Routledge, 1996
Resurreccion, B.,P. dan Elmhirst, R. 2008.Gender and Natural Resource Management. Livelihoods, Mobility and Interventions. UK dan USA: Earthscan
Tapilatu Y, 2023. Biodiversity of tropical seaweeds. in Sangeetha J, and Thangadurai D. (eds). Seaweed biotechnology: Biodiversity and Biotechnology of Seaweeds and Their Applications. 1-13. Apple Academic Press. 1st ed. ISBN: 9781003300854. https://doi.org/10.1201/9781003300854
Wang F., and Wu J.N., 2025, Economic and environmental aspects of Porphyra spp. cultivation: current practices and future prospects, International Journal of Aquaculture, 15(6): 308-316 (doi: 10.5376/ija.2025.15.0030)

Author Biography

Sulastri Sardjo, Universitas Indonesia

Departemen Sosiologi FISIP UI