Strategi Eksistensi Potensi Lokal Masyarakat Adat Kampung Pitu di Tengah Akselerasi Percepatan PSN Kawasan Geopark Pegunungan Sewu Gunung Kidul
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji terkait strategi eksistensi potensi lokal masyarakat adat Kampung Pitu di Kabupaten Gunungkidul yang berada di tengah masifnya akselerasi Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan Kawasan Geopark Pegunungan Sewu. Kampung Pitu yang memiliki adat unik yaitu masih mempertahankan tradisi khas mereka dengan hanya dihuni oleh tujuh keluarga ini menghadapi tantangan modernisasi dan komersialisasi ruang hidup mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrinsik. Data dikumpulkan melalui depth-interview, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Melalui teori sosiologi Pierre Bourdieu, penelitian ini mengupas bagaimana kebiasaan masyarakat (habitus), aset yang dimiliki (modal), dan lingkungan persaingan (ranah) saling memengaruhi dalam upaya menjaga keberadaan adat mereka. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwasanya Kampung Pitu sebagai kampung adat mengalami dilema atas akselerasi Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, berdasarakan teori praktik pemikiran Bourdieu masyarakat Kampung Pitu dengan akumulasi habitus dan modal yang terjadi dalam ranah maka menerapkan dua strategi eksistensi, yaitu Strategi Defensif-Ortodoksi yang dimanifestasikan dengan penegakan hukum adat yang kaku dan Strategi Adaptif-Heterodoksi yang diwujudkan melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang melibatkan peran aktif generasi muda.
Article Details
Appadurai, A. (1996). Modernity at Large: Cultural Dimensions of Globalization. University of Minnesota Press.
Astuti, Maria T.; Putro, Tandiyo S.; Purwaningsih, A. (2021). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dan Ekowisata. Deepublish.
Beta Desi Pratiwi; V. Indah Sri Pinasti. (2016). Tourism and Culture (Study The Role of Local Communities in Tourism Management in Kampung Pitu, Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul). E-Societas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 5(6), 1–15.
Bourdieu, P. (1984). Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. Routledge.
Bourdieu, P. (1990). The Logic of Practice. Stanford University Press.
Castells, M. (2010). The Power of Identity: The Information Age: Economy, Society, and Culture. Wiley-Blackwell.
Cohen, E. (1988). Authenticity and commoditization in tourism. Annals of Tourism Research, 15(3), 371–386.
Fauzi, N. (2014). Tanah dalam Penataan Ruang. Bhumi Bhakti Press.
Harker, R., Mahar, C., & Wilkes, C. (2009). Habitus x Modal + Ranah = Praktik: Pengantar Paling Komprehensif kepada Pemikiran Pierre Bourdieu. Jalasutra.
Haryanto, S. (2015). Sosiologi Agama: Dari Klasik hingga Kontemporer. Rajawali Pers.
Haryatmoko. (2016). Membongkar Rezim Kepastian: Pemikiran Kritis Post-Strukturalis (1st ed.). Kanisius.
Lefebvre, H. (1991). The Production of Space. Blackwell Publishing.
Mangihut, S. (2016a). Teori “Gado-Gado” Pierre-Felix Bourdieu. Jurnal Studi Kultural, I(2), 79–82.
Perda Kab Gunungkidul Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2030 (2011).
Perda Provinsi DIY Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2019-2039 (2019).
Perpres RI No 109 Tahun 2020 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (2020).
Pramono, A. (2020). Modal Sosial dan Advokasi Masyarakat Adat dalam Konflik Agraria. Pustaka Pelajar.
Prasetyo, A. B. (2019). Dinamika Kelompok Keagamaan di Indonesia: Strategi dan Eksistensi. Pustaka Pelajar.
Purwana, B. H. S., Larasati, T. A., & Adrianto, A. (2019). Komunitas Kampung Pitu Gunung Kidul (1st ed.). Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB).
Ritzer, G., & Stepnisky, J. (2019). Teori Sosiologi Modern. Pustaka Pelajar.
Savitri, L. A. (2013). Rezim Agraria dan Gerakan Perlawanan Kebudayaan. Tanah Air Beta.
Scheyvens, R. (2002). Tourism for Development: Empowering Communities. Pearson Education.
Sekarsih, F. (2021). Kematian yang Ditolak di Kampung Pitu, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul: Studi Etnografi tentang Tradisi Lokal dan Kelestarian Sumberdaya Alam. Demos: Journal of Demography, Ethnography and Social Studies, 3(1).
Sugiarto, E.; Palupiningsih, A. (2019). Identifikasi kearifan lokal sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik wisata di Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitaliti Dan Perjalanan, 3(1), 35–43.
Sunaryo, B. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Gava Media.
Supriadi, Purwanto, M. R., Mukharrom, T., & Rahmah, P. J. (2021). A Study on Nglanggeran Kampung Pitu: Sociologically and Anthropologically Perspectives. IDEAS, Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(2021), 45–50. https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.392
Wandira, R. A., & Sudaranti, S. (2022). Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Pemuda Adat dalam Mengembangkan Potensi Wisata Kampung Pitu. Jurnal Pariwisata Budaya, 7(2), 145–156.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.