Potensi Dampak Taman Nasional Meratus terhadap Eksistensi Masyarakat Adat dan Keberlanjutan Lingkungan
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji bagaimana Taman Nasional Meratus berpotensi menimbulkan dampak kepada masyarakat adat terhadap eksistensi dan keberlanjutan lingkungan dengan pendekatan teori ekologi politik. Pemerintah daerah merencanakan wilayah seluas ±119.000 Ha hutan lindung di kawasan Pegunungan Meratus diubah menjadi taman nasional. Perencanaan Taman Nasional membuat masyarakat yang tinggal di dalamnya menjadi rentan termarginalisasi karena masyarakat adat Dayak Meratus masih bergantung pada sumber daya lingkungan sekitar tempat tinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana Taman Nasional Meratus berimplikasi pada munculnya praktik green grabbing pada masyarakat adat. Praktik ini memicu adanya konflik tenurial dan menempatkan masyarakat pada posisi yang terpinggir dan tergerusnya nilai-nilai lokal baik pengetahuan maupun kearifan tradisional. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami pengalaman sosial masyarakat adat Dayak Meratus dalam menghadapi perubahan tata kelola kawasan akibat penetapan Taman Nasional Meratus. Pengumpulan data melalui observasi partisipan, in-depth interview, wawancara terstruktur,dan dokumentasi. Data kemudian di analisis menggunakan model Manual Data Analysis Procedure. Penelitian dilakukan selama tiga belas bulan.
Article Details
Anwar, M. A., Noor, G. S., Wajidi, Maulana, A. Z., Putryanda, Y., & Siska, D. (2020). Kajian Pegunungan Meratus Sebagai Geopark Nasional. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 13(1), 73–84. https://doi.org/https://jkpjournal.kalselprov.go.id/index.php/menu
Farma, S. D. (2025). Mengenal Kebudayaan Suku Dayak Meratus. Kompasiana.Com. Geopark Meratus. (2019). Kearifan Budaya Yang Dapat Dipelajari Dari Suku Dayak Meratus. Https://Meratusgeopark.Org/.
Lahay, S. (2025). Sulitnya Negara Akui dan Lindungi Masyarakat Adat. Huma.or.Id.
Mote, F. X., Hijjang, P., Poli, A. I., & Numberi, G. K. . (2026). Negosiasi Pengembangan Ekowisata pada Ruang Hidup dan Identitas Masyarakat Adat Waropen. Jurnal Ekologi Birokrasi, 14(1), 1–9. https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JEB/article/view/5439
Permata, V. A. N. P. (2025). Green Grabbing: Antara Konservasi dan Masyarakat Adat. Jurnal Batavia, 2(3), 121–132. https://journal.zhatainstitut.org/index.php/batavia/article/view/170
Rizki, R. D., & Tisna, R. (2025). Mengapa Masyarakat Adat Waswas Hutan Meratus jadi Taman Nasional? Mongabay.Co.Id.
Rofiah, C., & Bungin, B. (2024). Analisis Data Kualitatif: Manual Data Analisis Prosedur. Develop, 8(1), 1–13. https://doi.org/10.25139/dev.v8i1.7319
WALHI Kalimantan Selatan. (2025). Usulan Taman Nasional: Kedok Perampasan Wilayah Adat. Www.Walhi.or.Id.
Yudha, S. K. (2024). Masyarakat Adat Kerap Diabaikan dalam Upaya Konservasi. Esgnow.Republika.Co.Id.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.