Main Article Content

Rahmat Muhammad
Muhammad Alkhahfi Akhmad
Ridwan Syam
Pratiwi Wulandari

Abstract

Penelitian ini mengkaji komodifikasi ruang pesisir dan dampaknya terhadap tatanan penghidupan komunitas nelayan akibat Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) dengan menggunakan perspektif teori Great Transformation Karl Polanyi. Komunitas nelayan pesisir Bantaeng selama ini menggantungkan penghidupan dari ekosistem laut dan pesisir sebagai ruang tangkap tradisional yang melekat erat pada identitas dan tatanan sosial-ekonomi mereka. Pembangunan KIBA yang mengkonversi kawasan pesisir menjadi infrastruktur industri smelter nikel telah mengubah laut dan pesisir (yang dalam perspektif Polanyi seharusnya bukan komoditas) menjadi instrumen akumulasi modal industri, sekaligus mencabut komunitas nelayan dari akar penghidupan yang selama ini membangun tatanan sosial mereka. Penelitian ini menemukan bahwa PSN KIBA Bantaeng merupakan bentuk komodifikasi fiktif atas ruang pesisir yang secara sistematis menghancurkan tatanan penghidupan komunitas nelayan melalui mekanisme disembeddedness, tercabutnya ekonomi lokal dari akar sosial-budaya komunitasnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap informan kunci dari komunitas nelayan, aparat pemerintah, dan pihak industri, serta studi dokumen kebijakan selama tiga bulan dari Desember 2025 hingga Februari 2026 di kawasan pesisir Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Article Details

How to Cite
Muhammad, R. ., Akhmad, M. A. ., Syam, R. ., & Wulandari, P. (2026). Komodifikasi Ruang Pesisir Komunitas Nelayan dalam PSN Kawasan Industri Bantaeng. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS), 3(1), 448–457. Retrieved from https://www.pkns.portalapssi.id/index.php/pkns/article/view/224
References
Abdul Rafi Syafaat, M. R. N. F. G. (2023, July 28). Ketika Industri Nikel Rusak Pesisir Bantaeng. Mongabay, 1–1.
Eser, Z. E. (2025). The Economy Disembedded: Property and Development Today from a Polanyian Perspective. Politik Ekonomik Kuram, 9(4), 1816–1832. https://doi.org/10.30586/pek.1791710
Hasbiah, H., AS, Husain., & Sulolipu, A. A. (2023). Upaya Yang Dilakukan Pada Masyarakat Pesisir Mengenai Eksploitasi Masyarakat Di Desa Biangkeke Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng. Jurnal Ilmiah Global Education, 4(4), 2288–2299. https://doi.org/10.55681/jige.v4i4.1316
Joerges, C. (2022). Why European legal scholarship should become aware of Karl Polanyi: The Great Transformation and the integration project. European Law Open, 1(4), 1067–1079. https://doi.org/10.1017/elo.2022.55
Langthaler, E., & Schüßler, E. (2019). Commodity Studies with Polanyi: Disembedding and Re-Embedding Labour and Land in Contemporary Capitalism. Österreichische Zeitschrift Für Soziologie, 44(2), 209–223. https://doi.org/10.1007/s11614-019-00339-2
Moser, A., & Korstjens, I. (2018). Series: Practical guidance to qualitative research. Part 3: Sampling, data collection and analysis. European Journal of General Practice, 24(1), 9–18. https://doi.org/10.1080/13814788.2017.1375091
Ramadan, S. (2022, March 24). Warga Protes Dampak Aktivitas Kawasan Industri Bantaeng. IDN Times Sulsel, 1–1.

Author Biographies

Rahmat Muhammad, Universitas Hasanuddin

Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin

Muhammad Alkhahfi Akhmad, Universitas Negeri Makassar

Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Makassar

Ridwan Syam, Universitas Hasanuddin

Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin

Pratiwi Wulandari, Universitas Hasanuddin

Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin