Eksklusi Perempuan dalam Konflik Rempang Eco-City: Analisis Feminist Political Ecology atas Tata Kelola Proyek Strategis Nasional
Main Article Content
Abstract
Konflik Rempang Eco-City memperlihatkan bahwa relokasi dalam kerangka Proyek Strategis Nasional tidak menghasilkan konsekuensi yang netral gender. Penelitian ini menganalisis bagaimana tata kelola proyek tersebut memproduksi eksklusi perempuan melalui pembatasan partisipasi, pengaturan ulang ruang hidup, dan pengalihan risiko pembangunan ke kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan tiga mekanisme eksklusi yang saling berkaitan. Pertama, perempuan tidak dilibatkan secara bermakna dalam proses konsultasi dan pengambilan keputusan mengenai relokasi dan masa depan ruang hidup mereka. Kedua, pengaturan ulang ruang mengancam akses terhadap tanah, laut, sumber penghidupan, dan jaringan sosial yang menopang keberlanjutan kehidupan keluarga dan komunitas. Ketiga, ketidakpastian relokasi memindahkan sebagian besar konsekuensi sosial, domestik, dan emosional pembangunan ke dalam kehidupan perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa kerentanan perempuan bukan sekadar dampak sampingan proyek, melainkan diproduksi oleh tata kelola yang bersifat top-down, berorientasi investasi, dan lebih mengutamakan otoritas negnara serta investor daripada pengetahuan sosial-ekologis masyarakat. Artikel ini memperluas penerapan FPE dengan menunjukkan bahwa eksklusi gender dalam PSN bekerja secara simultan melalui marginalisasi prosedural, disrupsi relasi sosial-ekologis, dan pemindahan risiko pembangunan ke ranah domestik. Oleh karena itu, tata kelola PSN perlu menjamin partisipasi substantif perempuan dan mengintegrasikan kebutuhan sosial-ekologis mereka dalam perencanaan relokasi. Dengan menggunakan perspektif Feminist Political Ecology, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen kritis terhadap kebijakan pemerintah, laporan Komnas Perempuan, publikasi WALHI Riau, dan temuan Ombudsman Republik Indonesia pada periode 2023–2025. Data dianalisis secara tematik dengan menelusuri partisipasi perempuan, akses terhadap tanah dan laut, keberlanjutan sumber penghidupan, jaringan sosial komunitas, serta beban domestik dan emosional yang terdokumentasi.
Article Details
Bowen, G. A. 2009. Document Analysis as a Qualitative Research Method. (Qualitative Research Journal Vol. 9, No. 2, hal. 27–40). Diakses di https://doi.org/10.3316/QRJ0902027.
Braun, V., dan Clarke, V. 2006. Using Thematic Analysis in Psychology. (Qualitative Research in Psychology Vol. 3, No. 2, hal. 77–101). Diakses di https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa.
Elmhirst, R. 2011. Introducing New Feminist Political Ecologies. (Geoforum Vol. 42, No. 2, hal. 129–132). Diakses di https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2011.01.006.
Fereday, J., dan Muir-Cochrane, E. 2006. Demonstrating Rigor Using Thematic Analysis: A Hybrid Approach of Inductive and Deductive Coding and Theme Development. (International Journal of Qualitative Methods Vol. 5, No. 1, hal. 80–92). Diakses di https://doi.org/10.1177/160940690600500107.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. 2023. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 675. Diakses di https://peraturan.bpk.go.id/Details/267134/permenko-perekonomian-no-7-tahun-2023.
Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). 2025. Laporan Pemantauan Konflik Pulau Rempang: Dampak dari Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City—Perempuan Rempang Mempertahankan Warisan Leluhur. Diakses di https://komnasperempuan.go.id/laporan-pemantauan-ham-detail/laporan-pemantauan-konflik-pulau-rempang-dampak-dari-pembangunan-proyek-strategis-nasional-rempang-eco-city.
Nightingale, A. J. 2011. Bounding Difference: Intersectionality and the Material Production of Gender, Caste, Class and Environment in Nepal. (Geoforum Vol. 42, No. 2, hal. 153–162). Diakses di https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2010.03.004.
Ombudsman Republik Indonesia. 2024. Ombudsman RI Temukan Maladministrasi dalam Pengembangan Kawasan Rempang Eco City (Siaran Pers No. 007/HM.01/I/2024). Diakses pada 29 Januari 2024 di https://ombudsman.go.id/artikel/r/ombudsman-ri-temukan-maladministrasi--dalam-pengembangan-kawasan-rempang-eco-city.
Rocheleau, D., Thomas-Slayter, B., dan Wangari, E. (Ed.). 1996. Feminist Political Ecology: Global Issues and Local Experiences. London; Routledge.
Sahputra, Y. E. 2023a. Kala Proyek Rempang Eco-city Melaju, Warga Menolak Berhadapan dengan Aparat. Mongabay Indonesia. Diakses pada 11 September 2023 di https://mongabay.co.id/2023/09/11/kala-proyek-rempang-eco-city-melaju-warga-menolak-berhadapan-dengan-aparat/.
Sahputra, Y. E. 2023b. Perempuan Rempang Tolak Relokasi, “Pak Presiden, Apakah Kami Sudah Merdeka?” Mongabay Indonesia. Diakses pada 17 Agustus 2023 di https://mongabay.co.id/2023/08/17/perempuan-rempang-tolak-relokasi-pak-presiden-apakah-kami-sudah-merdeka/.
Sahputra, Y. E. 2025. Dua Tahun Tragedi Rempang: Perlawanan Tak Pernah Usai. Mongabay Indonesia. Diakses pada 12 September 2025 di https://mongabay.co.id/2025/09/12/dua-tahun-tragedi-rempang-perlawanan-yang-tak-pernah-usai/.
Schwandt, T. A. 2003. Three Epistemological Stances for Qualitative Inquiry: Interpretivism, Hermeneutics, and Social Constructionism. Dalam N. K. Denzin dan Y. S. Lincoln (Ed.), The Landscape of Qualitative Research: Theories and Issues (Edisi ke-2, hal. 292–331). Thousand Oaks; Sage.
Soeharto, Q. W. 2023. Pulau Rempang. Perpustakaan DPR RI. Diakses pada 24 September 2023 di https://perpustakaan.dpr.go.id/sipinter/index/detail/id/121.
Sultana, F. 2020. Embodied Intersectionalities of Urban Citizenship: Water, Infrastructure, and Gender in the Global South. (Annals of the American Association of Geographers Vol. 110, No. 5, hal. 1407–1424). Diakses di https://doi.org/10.1080/24694452.2020.1715193.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Riau (WALHI Riau). 2024. Kronik PSN Rempang Eco-City: Kontroversi Investasi Tiongkok dan Resistensi Masyarakat Rempang. Diakses di https://www.walhiriau.or.id/wp-content/uploads/2024/07/Kronik-PSN-Rempang-Eco-City-Kontroversi-Investasi-Tiongkok-dan-resistensi-Masyarakat-Rempang-FINAL-1.pdf.
Yin, R. K. 2018. Case Study Research and Applications: Design and Methods (Edisi ke-6). Thousand Oaks; Sage.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.