Pembangunan tanpa Ruang Dialog: Marginalisasi Suku Akit dalam Ekspansi Proyek Strategis Nasional di Wilayah Pesisir Riau
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji fenomena marginalisasi Suku Akit dalam pusaran ekspansi ekonomi dan kebijakan pembangunan di wilayah pesisir Riau melalui perspektif teori Strategic Action Field (SAF) dari Fligstein dan McAdam. Isu utama yang dianalisis adalah bagaimana komunitas adat Suku Akit kehilangan akses tradisional mereka terhadap hutan mangrove akibat penetapan rezim penguasaan negara dan industrialisasi panglong arang yang minim ruang dialog partisipatif. Temuan menunjukkan bahwa transformasi struktur arena bisnis panglong arang telah menempatkan Suku Akit sebagai aktor yang rentan, di mana perubahan kebijakan konservasi dan legalitas lahan sering kali mengabaikan hak-hak informal serta pengetahuan lokal mereka, sehingga memicu ketergantungan ekonomi yang mendalam pada sistem patronase. Penelitian ini menyimpulkan bahwa marginalisasi Suku Akit merupakan konsekuensi dari kontestasi aktor-aktor dominan dalam field yang lebih mengedepankan stabilitas pasar dan akumulasi ekonomi dibandingkan inklusi sosial bagi masyarakat lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksploratif dan analisis partisipatif, yang melibatkan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan kunci dari komunitas Suku Akit dan pelaku usaha, serta studi dokumentasi selama periode riset untuk memformulasikan model intervensi kebijakan yang lebih kontekstual dan berkeadilan bagi masyarakat pesisir.
Article Details
Budiana, M. (2024). International Political Economy: The Interaction of Politics and Economics in the Global Market. Journal of Management, 3(2), 697-714.
Calderón-Contreras, R., & White, C. S. (2020). Access as the means for understanding social-ecological resilience: bridging analytical frameworks. Society & Natural Resources, 33(2), 205-223.
Clifton, J., & Majors, C. (2012). Culture, conservation, and conflict: perspectives on marine protection among the Bajau of Southeast Asia. Society & Natural Resources, 25(7), 716-725.
Endert, F. H. (1932). De proefbaanmetingen in de panglonggebieden van Bengkalis (Sumatra's oostkust) en Riouw. (No Title).
Fikri, R. (2006). Aplikasi penginderaan jauh untuk mendeteksi perubahan mangrove di Pulau Bengkalis Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru, 66.
Fligstein, N. (2001). Social skill and the theory of fields. Sociological Theory, 19(2), 105-125.
Fligstein, N., & McAdam, D. (2011). Toward a general theory of strategic action fields. Sociological Theory, 29(1), 1-26.
Fligstein, N., & McAdam, D. (2012). A theory of fields. Oxford University Press.
Huberman, A. M., & Miles, M. B. (1985). Qualitative data analysis: A sourcebook of new methods. Sage.
Jelles, J. (1929). De boschexploitatie in het panglonggebied. Tectona, 22, 482-505.
Jhonnerie, R., Siregar, V. P., Nababan, B., Prasetyo, L. B., & Wouthuyzen, S. (2014). Mangrove coverage change detection using landsat imageries based on hybrid classification in Kembung River, Bengkalis Island, Riau Province. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 6(2).
Kaluarachchi, K. (2025). Philosophical Approaches to Qualitative Research (Positivism, Phenomenological Approach & Critical Social Sciences). Sri Lanka Journal of Social Work, 8(2).
Kaur, A., Dobhal, K., Chamoli, G., Napalchayal, S., Joshi, P., & Dobhal, R. (2019). Cultural and livelihood interdependence on the forestry resources in the buffer zone of Nanda Devi biosphere reserve, a natural world heritage site in Uttarakhand. HIMALAYAN ECOLOGY, 27, 117.
Lestari, I. (2024). Keterkaitan pangan dan politik-ekonomi global. Gender, Human Development, and Economics, 1(2), 130-142.
Miswadi, M., Siregar, S. H., & Siregar, Y. I. (2015). Strategi pengelolaan pengembangan kawasan penyangga sebagai hutan cadangan mangrove (studi kasus ekosistem mangrove Sungai Liung Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis). Dinamika Lingkungan Indonesia, 2(2), 73-86.
Rosaliza, M. (2015). Wawancara, Sebuah interaksi komunikasi dalam penelitian kualitatif. Jurnal Ilmu Budaya, 11(2), 71-79.
Rosaliza, M. (2018a). Akit tribe and existence of mangrove forest in Berancah village, Bengkalis, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science,
Rosaliza, M. (2018b). Local Knowledge Suku Akit Bengkalis. Jurnal Ilmu Budaya, 14(2), 104-112.
Rosaliza, M., Asriwandari, H., & Hidir, A. (2023). Kerentanan Infrastruktur Dan Mata Pencaharian Perempuan Akit. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS), 1(2), 153-163.
Rosaliza, M., & Somantri, G. R. (2021). Bisnis Panglong Arang dalam Perspektif Arena Tindakan Strategis (Tinjauan Awal). Prosiding Seminar Nasional Sosiologi,
Rosaliza, M., Somantri, G. R., & Adnan, R. S. (2024). The Challenger's Social Skills: Bengkalis Panglong Business. Journal of Humanities and Social Sciences Studies, 6(9), 98-109.
Soerianto, M. G. (2020). Usaha Panglong Arang Mangrove Di Kepulauan Bengkalis.
Tideman, J. (1935). Land en volk van Bengkalis. Encyclopaedische Bureau van de Koninklijke Vereeniging" Koloniaal Instituut".
Weddle, H., & Oliveira, G. (2024). Imagining New Possibilities Through Participatory Qualitative Methods. International Journal of Qualitative Methods, 23, 16094069241301983.
Yolandika, C., Sofyani, T., Hendrik, H., Hendri, R., Yulianda, E., & Bathara, L. (2023). Socio-Economic Impact of Mangrove Ecosystem Protected Area Utilization in Teluk Pambang Village, Bantan District, Bengkalis Regency. JURNAL ILMU-ILMU KEHUTANAN, 7(2), 77-84.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.