Main Article Content

Heni Nopianti
Ika Pasca Himawati
Diyas Widiyarti

Abstract

Penelitian ini mengkaji kearifan lokal yang pernah ada pada masyarakat suku Rejang di Desa Surau Bengkulu Tengah dalam pengelolaan sumber daya hutan dengan pendekatan teori Weber tentang tindakan sosial yang berorientasi tradisi.Saat ini di Indonesia banyak mengalami perubahan lingkungan.Kekayaan alam semakin berkurang dengan ditandai semakin banyak hutan yang gundul dan berkurang beralih menjadi lahan konversi, pencemaran air sungai akibat industri(Baharudin, 2010).Sehingga akhirnya banyak terjadi musibah seperti banjir besar,tanah longsor,satwa yang menyerang manusia.Begitupun di Bengkulu.Perubahan dan degradasi lingkungan juga terjadi. Indikator dari kondisi tersebut yaitu akhir-akhir ini sering terjadi banjir besar ketika musim hujan.Di beberapa wilayah terjadi tanah longsor. Dan pada saat musim kemarau menjadi lebih panas. Di area perairan seperti sungai,tercemar limbah industri.Belum lagi terjadi perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Surau pernah memiliki kearifan lokal dalam mengelola sumber daya hutannya. Bentuk kearifan lokal terse but meliputi cara pandang masyarakat terhadap sumber daya alamnya, pengetahuan mengenai sumber daya alam yang diperoleh dari pewarisan dan proses belajar,keper-cayaan tertentu berupa mitos dan perilaku dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Kearifan lokal yang merupakan pewarisan dari nenek moyang saat ini sudah mengalami pemudaran. Tidak semua bentuk kearifan lokal yang pernah ada masih digunakan. Kearifan lokal yang mengalami pemudaran yaitu mengenai keyakinan berupa mitos, pengelolaan lahan pertanian (persawahan) dan ritual dalam pembukaan hutan a-tau lahan. Saat ini masyarakat Desa Surau cenderung menggunakan acuan baru berupa peraturan pemerintah (negara) dalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam yang ada. Kearifan lokal masyarakat Desa Surau yang mendukung pelestarian sumber daya alam adalah berupa larangan tertentu dalam memanfaatkan hasil hutan. Metode penelitian menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi lapangan serta studi dokumentasi. Informan penelitian ditentukan melalui teknik snowball sampling dan merupakan masyarakat Desa Surau dengan kriteria tertentu. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan seiring dengan pengumpulan data. Peneliti memilih menggunakan tradisi MDAP (Manual Data Analhysis Procedure) milik Saldana.

Article Details

How to Cite
Nopianti, H. ., Pasca Himawati, I., & Widiyarti, D. . (2026). In Memoriam Kearifan Lokal Masyarakat Desa Surau Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah dalam Pengelolaan Hutan. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS), 3(1), 229–241. Retrieved from https://www.pkns.portalapssi.id/index.php/pkns/article/view/204
References
Abas, A., Aziz, A., & Awang, A. (2022). A Systematic Review on the Local Wisdom of Indigenous People in Nature Conservation. Sustainability (Switzerland), 14(6). https://doi.org/10.3390/su14063415
Ayu Kusdinar, P. (2021, November 16). Hukum Adat Rejang: Catatan Riset Aksi Meniti Jalan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Rejang. Akar Foundation. https://doi.org/-
Baharudin, E. (2010). Kearifan Lokal, Pengetahuan Lokal dan Degradasi Lingkungan. Forum Ilmiah, 7(1), 8–21. https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Formil/article/view/1317
Bungin, B. (2021). Social Reserach Methods (2nd ed.). Kencana. https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.tokopedia.com%2Fgaragaramedia%2Fpost-qualitative-social-research-methods-burhan-bungin&psig=AOvVaw3pXUv1op1vFZEiVup-en_L&ust=1675673448630000&source=images&cd=vfe&ved=0CA8QjRxqFwoTCJidyZaA_vwCFQAAAAAdA
Firdaus, M. A., Mahsun, M., & Mahyudi, J. (2022). Refleksi Ekologi Budaya Masyarakat Bima Dompu Dalam Novel La Hami Karya Marah Rusli : Perspektif Julian Steward. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(3), 2012–2022. https://doi.org/10.58258/jime.v8i3.3579
Kurnia, G., Setiawan, I., Tridakusumah, A. C., Jaelani, G., Heryanto, M. A., & Nugraha, A. (2022). Local Wisdom for Ensuring Agriculture Sustainability: A Case from Indonesia. Sustainability (Switzerland), 14(14), 1–13. https://doi.org/10.3390/su14148823
Pareke, J., & Arisandi, F. (2020). Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Dan Perlindungan Wilayah Adat Di Kabupaten Rejang Lebong. Bina Hukum Lingkungan, 4(2), 313. https://doi.org/10.24970/bhl.v4i2.135
Silalahi, U. (2010). Metode Penelitian Sosial (A. Gunarsa (ed.); 2nd ed.). PT Refika Aditama.
Suhartini. (2009). Kajian Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan Dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 206–218.
Suradisastra, K., Sutrisno, N., & Suherman. (2017). Kearifan lokal dalam Sektor Pertanian : Mitos dan Realitas. In E. dkk Pasandaran (Ed.), Pembangunan Pertanian Wilayah Berbasis Kearifan Lokal Dan Kemitraan (pp. 34–57). IAARD Press, Balitbangtan. http://www.litbang.pertanian.go.id/buku/pembangunan-pertanian-wilayah/1.pdf
Utama, B. (2013). Bertani dengan Arif : Pertanian Organik sebagai Alternatif Mewujudkan Kedaulatan Pangan. In E. J. . Prioharyono (Ed.), Kearifan Lokal dan Lingkungan (1st ed., pp. 61–78). PT Gading Inti Prima. http://repositori.kemdikbud.go.id/398/1/Bunga Rampai Kearifan Lokal 2013.pdf

Author Biographies

Heni Nopianti, Universitas Bengkulu

Universitas Bengkulu

Ika Pasca Himawati, Universitas Bengkulu

Universitas Bengkulu

Diyas Widiyarti, Universitas Bengkulu

Universitas Bengkulu