Orang Suku Laut dalam Tata Kelola Pesisir: Suku Laut di Kepulauan Riau
Main Article Content
Abstract
Pembangunan pesisir dalam agenda Sustainable Development Goals (SDGs) di Asia Tenggara semakin berfokus pada penguatan ekonomi maritim melalui pariwisata, konservasi laut, industrialisasi pesisir, dan pengembangan Kawasan Strategis Nasional (PSN). Namun, implementasi pembangunan berkelanjutan terkadang gagal mempertimbangkan keadilan sosial bagi komunitas adat, khususnya Orang Suku Laut (OSL) di Kepulauan Riau. Sebagai kelompok yang memiliki ikatan historis, sosiologis, dan budaya dengan laut, Orang Suku Laut (OSL) menghadapi tekanan akibat perubahan tata kelola pesisir. Salah satu perkembangan tersebut adalah proyek PSN, yang telah menyebabkan pemindahan pemukiman, pembatasan akses ke wilayah laut, dan gangguan terhadap mata pencaharian komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembangunan pesisir yang memengaruhi akses Orang Suku Laut (OSL) terhadap ruang hidup dan sumber daya mereka, serta partisipasi mereka dalam tata kelola pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang mencakup wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Penelitian ini menyoroti adanya pembatasan akses ke wilayah laut akibat proyek-proyek pembangunan, marjinalisasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan, serta kurangnya partisipasi masyarakat adat dalam tata kelola pesisir. Kondisi-kondisi tersebut memperparah kerentanan sosial-ekonomi dan mengancam keberlanjutan identitas budaya Orang Suku Laut (OSL).
Article Details
Ariando, W. (2026). Human Rights and the Environment: A Southeast Asian Perspective (Vol. 1). SHAPE-SEA Secretariat Institute of Human Rights and Peace Studies (IHRP). www.shapesea.com
Boutry, M., Chou, C., Ivanoff, J., & Sather, C. (2024). Introduction: Seeing Southeast Asia through a Sea-Nomadic Lens. SOJOURN: Journal of Social Issues in Southeast Asia , 39(1), 28–37.
Chou, C. (2010). The Orang Suku Laut of Riau, Indonesia: The Indalienable Gift of Territory. Routledge.
Chou, C. (2016). The water world of the orang suku laut in southeast Asia. TRaNS: Trans-Regional and -National Studies of Southeast Asia, 4(2), 265–282. https://doi.org/10.1017/trn.2016.9
Chou, C. (2024). The Orang Suku Laut: The Art of Resilience. Sojourn, 39(1), 125–153. https://doi.org/10.1355/sj39-1f
Elsera, M., Wahyuni, S., Syafitri, R., & Arieta, S. (2022). Self-Identification of Sea Tribe. Eurasia: Economics&Business, 12(66), 118–5. https://econeurasia.com/issue-2022-12/article_13.pdf
Elsera, M., Wisadirana, D., Edi Kuswandoro, W., Fatma Chawa, A., & Syafitri, R. (2024). The Suku Laut View of the Settlement Program in Lingga Regency. JSA (Jurnal Sosiologi Andalas), 10(2), 187–202. https://doi.org/https://doi.org/10.25077/jsa.10.2.79-94.2024
Elsera, M., Wisadirana, D., Maksum, A., Chawa, A. F., & Nurhadi, I. (2025). Economic adaptation strategies to the relocation policy of Suku Laut in Lingga, Kepulauan Riau Province, Indonesia. International Journal of Innovative Research and Scientific Studies, 8(4), 2755–2762. https://doi.org/10.53894/ijirss
Elsera, M., Wisadirana, D., Maksum, A., Fatma Chawa, A., Kanto, S., Rozuli, A. I., Nurhadi, I., Casiavera, C., & Ariando, W. (2024). Religious and Maritime Cultural Integration of the Suku Laut in Riau Islands, Indonesia. BIO Web of Conferences, 134, 07004. https://doi.org/10.1051/bioconf/202413407004
Evans, L. S., Buchan, P. M., Fortnam, M., Honig, M., & Heaps, L. (2023). Putting coastal communities at the center of a sustainable blue economy: A review of risks, opportunities, and strategies. Frontiers in Political Science, 4.
Iskandar, A. H. (2020). SDGs Desa Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan (Ach. F. Suja’ie & I. Agusta, Eds.; November 2020, Vol. 1). Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2023, September 13). PSN Terbukti Tingkatkan Daya Saing dan Dorong Pemerataan Pembangunan Wilayah. Https://Ekon.Go.Id/Publikasi/Detail/5378/Psn-Terbukti-Tingkatkan-Daya-Saing-Dan-Dorong-Pemerataan-Pembangunan-Wilayah?Utm_source=chatgpt.Com.
Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia. (2025, March 21). Nestapa Suku Laut Kawal Laut, Terancam PSN di Pesisir Bintan. Https://Www.Siej.or.Id/Id/Ekuatorial/Nestapa-Suku-Laut-Kawal-Laut-Terancam-Psn-Di-Pesisir-Bintan?Utm_source=chatgpt.Com.
Nurohman, T., & Gunawan, H. (2019). Konstruksi Identitas Nasional Pada Masyarakat Adat: (Studi Kasus Di Kampung Naga Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten
Tasikmalaya). Journal of Politics and Policy, 1(2), 125–154. https://doi.org/10.21776/UB.JPPOL.2019.001.02.3
Parsons, M., Taylor, L., & Crease, R. (2021). Indigenous Environmental Justice within Marine Ecosystems: A Systematic Review of the Literature on Indigenous Peoples’ Involvement in Marine Governance and Management. Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI, 13(8). https://doi.org/https://doi.org/10.3390/su13084217
Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025–2029, Pub. L. 12, Sekretariat Negara Republik Indonesia (2025).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.