Main Article Content

Nazrina Zuryani

Abstract

Kajian ini menganalisis paradoks modernitas pada identitas Pulau Sumba yang dibaca melalui lensa teori kantong terisolasi dan imajinasi eksotisme. Menggunakan metode penelitian deskriptif eksplanatif, identitas masyarakat lokal dikaji dengan tinggal bersama para humba di kampung situs Prai-Ijing. Berbeda dengan Sumba Timur, Sumba Barat menampilkan dua wajah yang kontradiktif: wilayah domestik yang didera kekeringan kronis-kekurangan-air dan kemiskinan struktural, berdampingan dengan wajah-industri pariwisata global bernilai tinggi seperti Nihi Sumba. Melalui perspektif sosiologis, eksotisme kampung situs dan kain tenun tradisional telah mengalami komodifikasi demi pasar kapitalistik global. Namun, penetrasi modernitas ini gagal mengangkat kualitas hidup lokal, menciptakan ketimpangan tajam akibat pembangunan yang tidak merata (uneven development). Wajah modern Sumba yang berkualitas rendah mencerminkan alienasi masyarakat lokal dari pusaran ekonomi modern di tanah mereka sendiri. Ketegangan antara tradisi yang dikomodifikasi dan modernitas yang timpang ini menegaskan perlunya rekonstruksi kebijakan pembangunan yang inklusif agar kapitalisme pariwisata tidak mengorbankan ruang hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat Sumba.

Article Details

How to Cite
Zuryani, N. . (2026). Dua Wajah Modernitas di Tanah Humba: Air, Investasi Asing, dan Paradoks Kelokalan Sumba Barat. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS), 3(1), 183–193. Retrieved from https://www.pkns.portalapssi.id/index.php/pkns/article/view/199
References
Aditya, R., & Wardani, M. K. (2023). Komodifikasi tenun ikat Nusantara: Antara pelestarian identitas adat dan tuntutan pasar pariwisata global. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 25(2), 112–124. https://doi.org/10.25077/jantro.v25.i2.p112-124.2023
Boli, M., & Rahman, A. (2023). Enclave tourism and economic dualism in Eastern Indonesia: The case of luxury resorts vs. local livelihoods. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 11(2), 85–94. https://doi.org/10.21107/jitode.v11i2.1902
Cole, S., & Adams, C. (2024). Tourism, water inequity, and cultural commodification in developing islands: A political ecology perspective. Annals of Tourism Research, 105(103710), 1–15. https://doi.org/10.1016/j.annals.2024.103710
Forth, G. (1981). Rindi: An Ethnographic Study of a Traditional Domain in Eastern Sumba. The Hague: Martinus Nijhoff.
Gili, A. M., & Laksana, N. S. (2022). Eksotisme yang dijual: Studi sosiologis tentang alienasi masyarakat adat Sumba di sekitar kawasan wisata premium. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 9(1), 78–95. https://doi.org/10.22146/jps.v9i1.73411
Hoskins, J. (1993). The Play of Time: Kodi Perspectives on Calendars, History, and Exchange. University of California Press.
Hudijono, S. (2009). Tari Woleka: Seni Ritual Magis Masyarakat Marapu di Sumba Barat, Mudra, 24 (1), 68-77
Korten, D. C. (1984). People-Centered Development. West Hartford: Kumarian Press.
Mariana, S., & Nugroho, P. (2022). Neo-dualisme ekonomi di wilayah pesisir: Tarik-menarik antara kapitalisme global dan kemiskinan struktural masyarakat lokal. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 18(1), 45–58. https://doi.org/10.22146/jks.72140
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Salazar, N. B. (2021). Tourism imaginaries and the commodification of cultural heritage in the post-pandemic world. Current Issues in Tourism, 24(17), 2382–2394. https://doi.org/10.1080/13683500.2021.1924632
Sallata, A. G., & Kristiani, L. (2024). The bitter water: Structural inequality, water scarcity, and the illusion of modernization in East Nusa Tenggara. Universitas Nusa Cendana Press.
Sparke, M., & Williams, O. (2022). Neoliberal disease: COVID-19, uneven development, and the social dualism of global health capitalism. Studies in Political Economy, 103(1), 17–38. https://doi.org/10.1080/02606755.2022.2063541
Sumba Foundation. (2022). Annual Report on Water and Health Initiatives in West Sumba. Waikabubak.
Vicol, M., & Fold, N. (2021). New social dualism in the Global South: Global value chains, contract farming, and the fragmentation of rural societies. World Development, 142 (105432), 1–12. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2021.105432
Willa, R., & Ndahawali, M. (2025). Menjual eksotisme, melanggengkan ketertinggalan: Potret pariwisata inklusif dan wajah modernitas di Sumba. Penerbit Indie Nusantara.

Author Biography

Nazrina Zuryani, Universitas Udayana

Universitas Udayana