Main Article Content

Vanya Dyah Pitaloka M.A.C.R
Dewinta Rizky R. Hatu
Sahrain Bumulo

Abstract

Penelitian ini mengkaji Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen politik kesejahteraan dalam membentuk relasi antara negara dan masyarakat dengan menggunakan perspektif State in Society dari Migdal dan politik kesejahteraan dari Hickey dan Lavers. Sebagian penelitian mengenai MBG masih berfokus pada aspek gizi, kesehatan, dan efektivitas implementasi program, sementara dimensi relasi negara dan masyarakat dalam praktik kesejahteraan belum banyak dikaji. Penelitian ini dilakukan di Desa Tabongo Barat, Kabupaten Gorontalo dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dukungan masyarakat terhadap MBG tidak sepenuhnya dibangun oleh keberhasilan program dalam mencapai tujuan, melainkan oleh manfaat material yang diterima berbagai aktor lokal. Namun, masyarakat tidak bertindak sebagai penerima manfaat yang pasif. Mereka tetap melakukan evaluasi, kritik, dan redistribusi informal terhadap manfaat program berdasarkan penilaian moral dan kebutuhan sosial yang mereka anggap lebih tepat. Penelitian ini menemukan bahwa MBG menjadi arena negosiasi antara definisi kesejahteraan yang dibangun negara dan kebutuhan kesejahteraan yang dipahami masyarakat. Dukungan terhadap program lebih banyak dibentuk oleh kalkulasi manfaat praktis dibandingkan oleh kepercayaan substantif terhadap kapasitas negara. Temuan ini menghasilkan konsep legitimasi semu yang terstruktur secara material untuk menjelaskan bentuk dukungan sosial yang muncul dari program kesejahteraan.

Article Details

How to Cite
Dyah Pitaloka M.A.C.R, V. ., Rizky R. Hatu, D. ., & Bumulo, S. . (2026). MBG sebagai Instrumen Politik Kesejahteraan: Studi Sosiologis tentang Relasi Negara dan Masyarakat. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi (PKNS), 3(1), 18–26. Retrieved from https://www.pkns.portalapssi.id/index.php/pkns/article/view/184
References
Badan Gizi Nasional. (30 Maret 2026). "BGN: Dari Rp268T, 93% Anggaran Digunakan Langsung untuk Bantuan MBG." (Siaran Pers, 30 Maret 2026). Jakarta, Badan Gizi Nasional. Diakses pada 2 Juni 2026 di https://www.bgn.go.id/news/siaran-pers/bgn-dari-rp268t-93-anggaran-digunakan-langsung-untuk-bantuan-mbg
Béland, Daniel, dan Kimberly Jane Morgan. 2021. "Governance." Dalam Daniel Béland, Stephan Leibfried, Kimberly Jane Morgan, Herbert Obinger, dan Christopher Pierson (Ed.), The Oxford Handbook of the Welfare State. Edisi Kedua (Bab 10, hlm. 173–187). Oxford, Oxford University Press.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (27 Mei 2025). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dalam Angka. Jakarta, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/survei-status-gizi-indonesia-ssgi-2024/
Esping-Andersen, Gøsta. 1990. The Three Worlds of Welfare Capitalism. Princeton: Princeton University Press.
Roosma, Femke. 2021. "The Social Legitimacy of European Welfare States After the Age of Austerity." Dalam Bent Greve (Ed.), Handbook on Austerity, Populism and the Welfare State. Cheltenham: Edward Elgar Publishing.
Hickey, Samuel, Tom, Lavers, Miguel Niño-Zarazúa, dan Jeremy Seekings. 2020. The Politics of Social Protection in Eastern and Southern Africa. Oxford: Oxford University Press.
Lipsky, Michael. 2010. Street-Level Bureaucracy: Dilemmas of the Individual in Public Services. New York: Russell Sage Foundation.
Migdal, Joel, Samuel. 2001. State in Society: Studying How States and Societies Transform and Constitute One Another. Cambridge: Cambridge University Press.
Schwandt, Thomas, A. 2003. Three Epistemological Stances for Qualitative Inquiry: Interpretivism, Hermeneutics, and Social Constructionism." Dalam Norman K. Denzin dan Yvonna S. Lincoln (Ed.), The Landscape of Qualitative Research. Thousand Oaks: Sage Publications.
Scott, James, C. 1998. Seeing Like a State: How Certain Schemes to Improve the Human Condition Have Failed. New Haven: Yale University Press.

Author Biographies

Vanya Dyah Pitaloka M.A.C.R, Universitas Negeri Gorontalo

Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Dewinta Rizky R. Hatu, Universitas Negeri Gorontalo

Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Sahrain Bumulo, Universitas Negeri Gorontalo

Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo